Satu Masjid Lima Pilar: Masjid Rohmat Hadiluwih Sragen, Model Islam yang Mempersatukan

Penulis
Moh Rosyid dan Lina Kushidayati
Editor
-
Tahun Terbit
2025
Isbn
978-623-484-187-9
Edisi
-
Halaman
100
Ukuran
14.5 x 20.5
Bahan
Hvs 70 Gram
Harga
45.000
Synopsis
Buku Satu Masjid Lima Pilar menghadirkan kisah transformasi sosial dan spiritual di Desa Hadiluwih, Sragen, melalui pengalaman Masjid Rohmat yang pernah menjadi simbol perpecahan tetapi kemudian menjelma sebagai ruang persatuan. Konflik antarormas Islam—NU, Muhammadiyah, MTA, Salafi, dan lainnya—yang sempat membelah jamaah, perlahan diatasi dengan dialog, musyawarah, dan kesadaran kolektif bahwa masjid adalah rumah Allah, bukan milik golongan tertentu. Dari pengalaman panjang itu lahirlah konsep Lima Pilar Masjid: ukhuwah, keterbukaan, musyawarah, pelayanan, dan spiritualitas. Pilar-pilar ini bukan teori abstrak, melainkan hasil dari praktik nyata warga Hadiluwih yang berani merajut kembali persaudaraan di tengah perbedaan. Buku ini menuturkan kisah nyata bagaimana khutbah Jumat bergilir lintas ormas, takmir masjid dibentuk secara representatif, dan pengajian bersama digelar tanpa sekat kelompok. Semua proses itu tidak hanya menghidupkan kembali masjid, tetapi juga memberi teladan tentang Islam yang mempersatukan. Lebih dari sekadar dokumentasi lokal, buku ini adalah refleksi kebangsaan. Hadiluwih menjadi cermin kecil Indonesia: masyarakat majemuk yang bisa memilih jalan rekonsiliasi, bukan fragmentasi. Dengan gaya naratif, data lapangan, serta pijakan teologis Al-Qur’an dan hadis, para penulis mengajak pembaca merenungi kembali fungsi masjid sebagai rumah bersama yang menebar rahmat dan kedamaian. Buku ini bukan hanya bacaan, tetapi undangan moral—untuk kembali menjadikan masjid sebagai pangkuan terbuka bagi semua, serta model rekonsiliasi sosial di tengah polarisasi umat